Khotbah (Teks)

     
  Hidup yang Memiliki Pengharapan Hidup yang Memiliki Pengharapan
Apr 20 at 1:52   Views: 429
Hidup kita yang sudah dilahirkan baru adalah hidup yang memiliki pengharapan untuk mendapatkan bagian yang tidak dapat binasa, tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu. Ini artinya kita mendapatkan hidup yang kekal di sorga. Kita pasti diselamatkan!
Post a comment
  Jangan Berubah Setia Jangan Berubah Setia
Apr 20 at 1:49   Views: 299
Di akhir zaman ini, Tuhan akan mengadakan penghakiman kepada seluruh manusia. Namun penghakiman itu akan dimulai dari dalam rumah Allah. Sebenarnya rumah Allah adalah tempat Allah berhadirat, namun kepada setiap orang yang berada di dalam bait Allah, jika tidak memiliki tanda salib Yesus dan melakukan perbuatan dosa, maka akan lebih dulu dihakimi Allah.
Post a comment
  Yesus Bangkit dan Hidup Yesus Bangkit dan Hidup
Apr 20 at 1:45   Views: 124
Yesus sudah mati di kayu salib, namun Dia tidak mati untuk seterusnya, sebaliknya Dia sudah bangkit dan hidup untuk selamanya. Kebangkitan-Nya ini membuktikan kehebatan kuasa-Nya. Efesus 1:19 menulis, "dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga.”
Post a comment
  Kelahiran Baru dalam Air dan Roh Kelahiran Baru dalam Air dan Roh
Apr 20 at 1:39   Views: 196
Tuhan tidak mengenal orang yang tidak dilahirkan baru, sekalipun dia berseru kepada nama Tuhan. Dan tentunya setiap orang yang boleh masuk Kerajaan Sorga adalah orang yang dikenal Tuhan. Kelahiran baru harus dalam tanda air dan Roh.
Post a comment
  Hidup di dalam Terang Hidup di dalam Terang
Apr 20 at 1:33   Views: 128
Kehidupan lama kita adalah kehidupan di dalam gelap, tidak ada damai sejahtera. Tetapi Tuhan menghendaki supaya kita mengalami kelahiran baru sehingga kita hidup di dalam terang. Jika kita hidup di dalam terang, kita layak disebut sebagai anak-anak terang. Ditulis dalam Efesus 5:8-9, "Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran”
Post a comment
  Dari Maut Kepada Hidup Dari Maut Kepada Hidup
Apr 20 at 1:30   Views: 120
Tuhan menjanjikan kehidupan kekal, bahkan tidak turut dihukum. Dia memindahkan hidup kita dari dalam maut ke dalam hidup. Namun janji ini diberikan kepada setiap kita yang mau mendengar dan percaya serta meyakini Firman Tuhan dan percaya kepada Yesus. Sebagaimana dijanjikan dalam Yohanes 5:24, "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”
Post a comment
  Hidup dalam Kasih Karunia Hidup dalam Kasih Karunia
Apr 20 at 1:18   Views: 140
Firman Tuhan juga mengatakan jika kita hanya melakukan hukum Taurat, kita hidup di luar kasih karunia Tuhan, dan kita terpisah dari Kristus. Hal ini sebagaimana tertulis dalam Galatia 5:4, "Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.” Tetapi jika kita hidup dalam kasih karunia Yesus, kita diubah menjadi ciptaan baru. Hidup yang lama yang hanya bangga karena melakukan hukum Taurat sudah berlalu, kini yang baru yaitu hidup dalam kasih karunia sudah datang.
Post a comment
  Tuhan Mengampuni Dosa Kita Tuhan Mengampuni Dosa Kita
Mar 25 at 7:35   Views: 186
Menurut hukum Taurat, orang yang berdosa harus dihukum dan mati, tetapi Yesus menggunakan hukum kasih supaya kita beroleh hidup. Karena kasih merupakan sifat dari Allah sebagaimana surat 1 Yohanes 4:7-9 menyebutkan, "Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.”
Post a comment