PAPMA "KASIH"
Perkumpulan Pengajaran Mempelai Alkitabiah "Kasih"
Register    
slide1
slide2
slide3

Mar
5

Pintu yang Sesak

Pintu yang Sesak
Uncategorized
"Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya." Matius 7:13-14

Di dalam duni ini, kita diperhadapkan kepada dua pintu. Pintu yang sesak yang menuju kepada kehidupan dan juga pintu yang lebar yang menuju kepada kebinasaan. Untuk mendapatkan kehidupan kita harus masuk melalui pintu yang sesak. Namun untuk masuk melaluinya kita harus berjuang seorang demi seorang berbeda dengan pintu yang lebar di mana untuk masuk melaluinya dapat dengan mudah.

Dalam Kerajaan Sorga terdapat kitab, kitab yang berisi nama dan segala perbuatan dosa yang dilakukan setiap orang yang melalui pintu yang lebar. Sehingga dengan kitab itu setiap orang akan dihakimi menurut perbuatannya dan akhirnya dicampakkan ke dalam lautan api. Namun ada juga kitab kehidupan yang berisi nama setiap orang yang masuk melalui pintu yang sesak untuk mendapatkan kehidupan. Wahyu 20:12 menulis, "Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.”

Sekali lagi harus kita ingat bahwa untuk masuk melalui pintu yang sesak memerlukan perjuangan dan tidak semua orang berhasil melaluinya. Hal ini sebagaimana ditulis dalam Lukas 13:24, "Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.” Dalam melaksanakan ibadah kepada Tuhan jangan kita lakukan merupakan kebiasaan saja bahkan sering mengabaikannya, tetapi harus dengan perjuangan bagaikan masuk melalui pintu yang sesak untuk mendapatkan kehidupan. Jadi jika kita berpikir bahwa kita beribadah untuk mencari kehidupan maka akan kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan perjuangan. Ada nasihat dalam Ibrani 10:25, "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”

Kedatangan Tuhan sudah semakin dekat, marilah kita berjuang dan semakin giat beribadah, malah bukan itu saja, kita harus semakin giat dalam pekerjaan Tuhan dengan berdiri teguh dan tidak goyah. Seperti 1 Korintus 15:57-58 juga menasihatkan, "Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

Jangan sia-siakan kesempatan yang masih ada ini, marilah kita berjuang masuk melalui pintu yang sesak itu. Dan ingatlah bahwa jika kita masuk melalui pintu yang lebar maka nama kita tidak tertulis dalam kitab kehidupan. Pada akhirnya akan dilemparkan dalam lautan api untuk waktu yang kekal. Wahyu 20:14-15 mengatakan, "Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.” Tetapi jika kita mau berjuang masuk melalui pintu yang sempit maka nama kita tertulis dalam kitab kehidupan dan kita akan masuk dalam sukacita di Yerusalem baru. Ditulis dalam Wahyu 21:25-27, "dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana; dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya. Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.” Juga 
Ibrani 12:22-23, "Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna” Haleluya!



Post a comment