PAPMA "KASIH"
Perkumpulan Pengajaran Mempelai Alkitabiah "Kasih"
Register    
slide1
slide2
slide3

Feb
8

Tuhan yang Setia Memercayakan Pelayanan kepada Kita

Tuhan yang Setia Memercayakan Pelayanan kepada Kita
Uncategorized

Bacaan: Ibrani 3:6

Tuhan Yesus Kristus adalah setia. Dia pun setia melayani kita, sehingga hendaknya kita pun setia seperti teladan-Nya. Jangan sampai kekerasan hati membuat kita tidak setia sehingga tidak menjadi kepunyaan-Nya.

Hanya Tuhan yang dapat mengukur kesetiaan kita. Salah satu contohnya adalah Rasul Paulus, yang bersyukur kepada Tuhan karena telah dianggap setia sehingga Tuhan memercayakan pelayanan kepadanya (1 Timotius 1:12-17). Padahal latar belakang kehidupannya dahulu adalah seorang penjahat, penganiaya jemaat, dan seorang yang ganas. Tetapi Tuhan Yesus telah mengasihaninya dengan kasih karunia yang melimpah dan seluruh kesabaran-Nya, dan tidak mengingat segala dosanya (karena Kristus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa). Kesetiaan-Nya yang disertai kesabaran bagaikan kesetiaan suami terhadap istrinya (Mempelai Pria Sorga terhadap mempelai perempuan-Nya).

Apabila kita dapat mengenali diri kita sebagai orang berdosa, kita pun dapat mengenali diri kita, sudahkah kita setia kepada Tuhan, walaupun sebagai manusia kita penuh dengan kelemahan. Namun demikian, Tuhan Yesus akan menguatkan kita seperti yang dirasakan Paulus (2 Korintus 12:7-10; 11:23-30). Paulus bermegah atas kelemahannya itu supaya kuasa Kristus yang sempurna turun menaunginya sehingga ia menjadi kuat dalam menghadapi tantangan-tantangan dalam pelayanannya yang berupa aniaya, mengalami bahaya maut, dan sebagainya. Sehingga walaupun ada kelemahan, Tuhan tetap menilai bahwa Paulus setia dalam pelayanannya.

Sebagai pelayan yang mau setia kepada Tuhan, Paulus sampai pada tempat yang paling rendah: bagaikan dijatuhi hukuman mati, bagaikan sampah dunia dan kotoran dari segala sesuatu (1 Korintus 4:8-13). Sementara itu, ia masih dihadapkan pada kritikan dalam pelayanannya, walaupun telah menghasilkan buah dan meterai kerasulannya, yaitu hidup jemaat di dalam Tuhan (1 Korintus 9:1-3). Dari sekian banyak hal yang tidak mengenakkan dalam pelayannya, masih ada Timotius yang menyenangkan hatinya. Sebagai orang tua rohani yang melahirkannya oleh Injil, Paulus mengasihi Timotius, yang setia di dalam Tuhan (1 Korintus 4:15-17). Hal ini harus kita teladani supaya sebagai pelayan kita tidak menjadi sombong dan mengharapkan pujian, melainkan mau merendahkan diri.

Kesetiaan Paulus dalam pelayanan juga dibuktikan dalam 1 Korintus 9:11-18, bahwa ia tidak menggunakan hak-haknya sebagai pemberita Injil, yaitu mendapatkan hasil duniawi dari pelayanannya. Justru ia menganggap bahwa upahnya ialah memberitakan Injil tanpa upah.

Selayaknya kita bersyukur terhadap kasih dan kesetiaan Tuhan Yesus, yang menebus kita dari dosa dan memercayakan suatu pelayanan yang dapat kita lakukan hanya oleh kekuatan dari-Nya. Marilah kita makin setia kepada-Nya dengan tulus dan kasih sekalipun harus menderita dalam pelayanan, sehingga kita dianggap Tuhan Yesus sebagai pelayan-Nya yang setia. Haleluya!!! Amin. pi



Post a comment