PAPMA "KASIH"
Perkumpulan Pengajaran Mempelai Alkitabiah "Kasih"
Register    
slide1
slide2
slide3
slide4

Des
2

Bergaul dengan Allah

Bergaul dengan Allah
Uncategorized
"Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja." Kejadian 6:1-3

 

Keadaan pada zaman Nuh dahulu menggambarkan bagaimana keadaan di akhir zaman. Di mana anak-anak Allah banyak yang berguguran dari imannya. Anak-anak Allah yang seharusnya hidupnya dipimpin oleh Roh Kudus tetapi sudah hidup dalam daging (duniawi) sehingga mereka murtad.

 

Kita harus berwaspada terhadap keinginan daging, karena pengaruhnya demikian kuat sehingga dapat menggugurkan anak-anak Allah. Keinginan daging demikian luas sekali, di antaranya percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir dan masih banyak lagi sebagaimana disebutkan dalam Galatia 5:17-21, "Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

 

Kita harus hidup bergaul dengan Allah selalu, dengan bukti mau setia membaca Firman Tuhan, beribadah kepada-Nya. Hidup kita juga bukan menuruti hawa nafsu daging terus tetapi sebaliknya hidup kita dipimpin oleh Roh Allah, sehingga hidup kita dapat menghasilkan buah Roh seperti ditulis dalam Galatia 5:22-23, "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Setiap orang yang hidup dalam hawa nafsu daging, maka Roh Allah tidak akan ada padanya.

 

Nuh adalah contoh seorang yang hidup bergaul dengan Allah. Sebelum air bah melanda bumi, Tuhan lebih dahulu memberitahukannya kepada Nuh, bahkan mengajarkan bagaimana harus membuat bahtera lengkap dengan ukurannya. Nuh mau melakukan tepat seperti yang diperintahkan Tuhan. Pada saat air bah melanda seluruh bumi, Firman Tuhan mengatakan, Tuhan menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu. Surat 2 Petrus 2:5 mengatakan, "dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik;” Tuhan menyebut Nuh sebagai orang yang benar, karena dia bergaul dengan Tuhan dan mau melakukan perintah-Nya secara tepat dan benar. Hal ini diakui Tuhan dalam Kejadian 7:1, "Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini.”

 

Untuk itu kita perlu selalu dinasihati setiap hari melalui Firman Tuhan supaya jangan hati kita jahat karena menjadi tegar atau keras oleh tipu daya dosa. Baiklah jika "hari ini” kita mendengar Firman Tuhan, janganlah kita mengeraskan hati. Dikatakan dalam Ibrani 3:12-15, "Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup. Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa. Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula. Tetapi apabila pernah dikatakan: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman",

 

Sebelum hari kedatangan Tuhan, akan banyak orang yang murtad, anak-anak Allah berguguran. Oleh sebab itu kita harus berwaspada jangan sampai kita disesatkan dengan cara apapun sebagaimana dinasihatkan dalam 2 Tesalonika 2:3, "Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa”

 

Bagaimanakah kita dapat bertahan supaya jangan sampai kita murtad? Kita harus menjaga hati nurani kita tetap murni seperti dapat kita baca dalam surat 1 Timotius 1:18-20, "Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni. Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka, di antaranya Himeneus dan Aleksander, yang telah kuserahkan kepada Iblis, supaya jera mereka menghujat.” Jika kita mau menerima nasihat Firman Tuhan maka hati kita akan disucikan dan hati kita dimurnikan. Surat 1 Timotius 1:5 mengatakan, "Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas.” Pada ayat di atas, Himeneus dan Aleksander imannya kandas dan murtad karena mereka tidak menjaga hati nurani yang murni. Sekali lagi harus kita perhatikan, kita harus sungguh-sungguh menjaga hati nurani kita tetap murni supaya iman kita tidak kandas.

 

Tentang Himeneus, dia adalah orang yang suka omong kosong dan tidak suci. Perkataannya menjalar seperti penyakit kanker. Dikatakan dalam 2 Timotius 2:16-18, "Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang. Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan." Kita harus menjaga perkataan kita, jangan kata-kata kita bagaikan penyakit kanker yang merusak iman.

 

Tentang Aleksander, dia adalah seorang yang menentang pengajaran dan berbuat yang jahat terhadap Paulus sebagai hamba Tuhan, sebagaimana 2 Timotius 4:14-18 mengatakan, "Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya. Hendaklah engkau juga waspada terhadap dia, karena dia sangat menentang ajaran kita. Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku -- kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka -- tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.”

 

Kita harus berwaspada terhadap orang yang perkataannya merusak iman dan menjalar seperti penyakit kanker serta terhadap orang yang menentang pengajaran. Kita harus menjaga hati nurani kita dan tetap bergaul dengan Allah sampai kita menjadi mempelai perempuan-Nya masuk dalam kota Yerusalem baru. Sehingga kta bukanlah termasuk anak-anak Allah yang gugur dari iman dan murtad. Haleluya!



Post a comment