PAPMA "KASIH"
Perkumpulan Pengajaran Mempelai Alkitabiah "Kasih"
Register    
slide1
slide2
slide3

Des
1

Yesus adalah Pengantara

Yesus adalah Pengantara
Uncategorized
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”  - Yohanes 14:6,
Dari ayat ini sangat jelas disebutkan bahwa tidak ada seorang pun yang diselamatkan jika tanpa Yesus. Sekalipun manusia berusaha dengan kebaikannya, dengan amal dan sedekah bahkan dengan melaksanakan kewajiban agamanya, manusia tidak akan dapat sampai ke sorga. Hanya Yesus satu-satunya jalan kepada Bapa di sorga.

Jadi, kita dapat diselamatkan bukan karena segala usaha kita, namun itu merupakan kasih Allah di dalam Yesus Kristus yang menjadi jalan bagi kita menuju ke sorga. Hal ini sesuai dengan yang ditulis dalam Efesus 2:8-9, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Yesus adalah satu-satunya perantara kita kepada Allah. Disebutkan dalam surat 1 Timotius 2:5, "Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.”

Yesus sudah menjadi pengantara bagi kita. Oleh sebab itu jika berdoa kepada Bapa, kita harus berdoa di dalam nama Yesus, bukan dalam nama yang lain. Dan apa yang kita minta kepada-Nya dalam nama Yesus, maka Dia akan mengabulkan. Yohanes 14:12-14 menyebutkan, "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." Juga diperkuat dalam Yohanes 16:23-24, "Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.”

Pada pesta perkawinan di Kana, pada saat mereka kehabisan air anggur mereka bukan langsung datang kepada Yesus tetapi mereka malah meminta bantuan Maria, ibu Yesus, untuk menyampaikan masalah itu kepada Yesus. Yesus justru menegor Maria dalam Yohanes 2:1-4, "Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur. Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." Sebenarnya jawaban Yesus ini merupakan tegoran kepada Maria. Jika kita lihat dalam terjemahan bahasa Inggris kata "ibu” diartikan sebagai "perempuan”. Yesus menempatkan Maria sebagai "perempuan” dan seharusnya bukan dia yang menjadi pengantara. Seharusnya mereka langsung datang kepada Yesus, karena Yesus adalah satu-satunya pengantara. Jika mereka memerlukan pertolongan mereka harus datang kepada Yesus.

Jika kita mengalami kesulitan dan memerlukan pertolongan, kita harus datang kepada Yesus sebagai pengantara kita. Karena pada Yesus memiliki segala kuasa, bukan hanya di sorga namun juga di bumi. Matius 28:18 menyebutkan, "Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” Jadi jika meminta pertolongan namun bukan dalam nama Yesus, maka tidak akan ada pertolongan. Sekali lagi hanya Yesus satu-satunya pengantara bagi kita. Sangat jelas dan tegas disebutkan dalam Yohanes 15:16, "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” Pada ayat ini kita dapat rasakan betapa besar kasih Yesus kepada kita. Sekalipun kehidupan kita ini bukanlah orang yang baik, namun orang yang penuh dosa, namun Yesus memilih kita dengan kasih-Nya. Dia bukan memilih orang yang merasa diri baik, tetapi Dia justru memilih orang yang berdosa. Dia menetapkan kita supaya kita berbuah-buah yang baik. Dan apa yang kita minta kepada Bapa dalam nama Yesus, pasti dikabulkan. Yesus adalah satu-satunya jalan dan kebenaran. Tidak ada yang lain!



Post a comment