PAPMA "KASIH"
Perkumpulan Pengajaran Mempelai Alkitabiah "Kasih"
Register    
slide1
slide2
slide3

Des
1

Kalahkan Kekafiran

Kalahkan Kekafiran
Uncategorized
"Lalu raja dengan orang-orangnya pergi ke Yerusalem, menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu. Mereka itu berkata kepada Daud: "Engkau tidak sanggup masuk ke mari; orang-orang buta dan orang-orang timpang akan mengenyahkan engkau!" Maksud mereka: Daud tidak sanggup masuk ke mari. Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud. Daud telah berkata pada waktu itu: "Siapa yang hendak memukul kalah orang Yebus, haruslah ia masuk melalui saluran air itu; hati Daud benci kepada orang-orang timpang dan orang-orang buta." Sebab itu orang berkata: "Orang-orang buta dan orang-orang timpang tidak boleh masuk bait." Dan Daud menetap di kubu pertahanan itu dan menamainya: Kota Daud. Ia memperkuatnya sekelilingnya, mulai dari Milo ke bagian dalam. Lalu makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN, Allah semesta alam, menyertainya.” 2 Samuel 5:6-10

Ketika Daud menyerang Yerusalem, di sana masih didiami orang Yebus, orang kafir yang masih dibiarkan hidup di sana. Daud mengalahkan orang Yebus dan merebut kubu pertahanan Sion dan menamainya Kota Daud. Ini memberikan pengertian seringkali tanpa kita sadari, sekalipun kita sudah menjadi orang Kristen (suasana Yerusalem) tetapi masih ada orang Yebus, yaitu masih ada kekafiran. Sebagai contoh, sekalipun sudah menjadi orang Kristen tetapi masih memegang teguh adat-adat orang kafir.

Kehidupan kafir itu bagaikan timpang dan buta sebagaimana orang Yebus berkata kepada Daud: "Engkau tidak sanggup masuk ke mari; orang-orang buta dan orang-orang timpang akan mengenyahkan engkau!" Orang timpang artinya orang yang rohaninya tidak memiliki pendirian teguh, juga orang yang mendua hati, apa yang dikatakan di mulutnya tidak sama dengan apa yang ada di hatinya. Orang buta artinya orang yang hidup dalam kegelapan karena dosa.

Daud mengalahkan orang Yebus dan menguasai Yerusalem dan memberi nama Kota Daud, ini menubuatkan kepada Yesus yang juga disebut sebagai keturunan Daud yang berkemenangan. Dapat kita baca dalam Wahyu 5:5, "Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya." Juga pada pasal 22:16 disebutkan: "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."


Kehidupan kafir ditulis dalam Matius 6:1-8, "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.” Orang kafir melakukan ibadahnya hanya supaya dilihat orang, memberikan sedekah supaya dipuji orang. Bahkan dalam berdoa pun orang kafir melakukan di tempat-tempat yang dapat dilihat banyak orang.

Janganlah rohani kita timpang, tetapi baiklah kita dapat berdiri teguh dalam iman sehingga kita dapat melakukan segala pekerjaan Tuhan dengan kasih. Ditulis dalam 1 Korintus 16:13-14, "Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!” Yesus adalah akar Daud yang telah berkemenangan, Dia juga akan memberikan kemenangan kepada kita, sehingga kita dapat mengalahkan orang-orang timpang, yaitu kekafiran. Dapat kita baca dalam 1 Korintus 15:57, "Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” Kita yang sudah menang terhadap kekafiran, harus berdiri teguh dan tidak goyah dan giat selalu berjerih payah dalam pekerjaan Tuhan. Segala jerih payah kita tidak sia-sia!

Dikatakan dalam 2 Tesalonika 2:15, "Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.” Kita akan dapat berdiri teguh jika kita mempunyai pegangan atas Firman Tuhan. Kita harus sudah mendengar Firman Tuhan dan kita terima dalam hati kita. Namun jangan sampai dalam menerima Firman Tuhan, hati kita keras. Jika hati kita keras maka tidak mungkin Firman Tuhan itu masuk dalam hati kita. Dan ini akan terjadi di akhir zaman, di mana banyak orang lebih suka mendengar Firman Tuhan yang merupakan dongeng untuk memuaskan keinginan telinganya, bukan ajaran yang sehat. Padahal Firman Tuhan yang sehat adalah yang menyatakan kesalahan, menegor dan menasihati kita. Surat 2 Timotius 4:2-5, "Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!”

Selain jangan sampai hati kita keras terhadap Firman Tuhan, yang perlu kita waspadai juga adalah jangan sampai mata rohani kita buta. Mata rohani kita harus dicelikkan, jika tidak maka kita tidak akan dapat melihat dan mengetahui Firman Tuhan. Yesaya 44:18 mengatakan, "Orang seperti itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak mengerti apa-apa, sebab matanya melekat tertutup, sehingga tidak dapat melihat, dan hatinya tertutup juga, sehingga tidak dapat memahami.”

Orang yang rohaninya buta adalah seperti yang ditulis dalam Yesaya 59:9-10, "Sebab itu keadilan tetap jauh dari pada kami dan kebenaran tidak sampai kepada kami. Kami menanti-nantikan terang, tetapi hanya kegelapan belaka, menanti-nantikan cahaya, tetapi kami berjalan dalam kekelaman. Kami meraba-raba dinding seperti orang buta, dan meraba-raba seolah-olah tidak punya mata; kami tersandung di waktu tengah hari seperti di waktu senja, duduk di tempat gelap seperti orang mati.”




Post a comment