PAPMA "KASIH"
Perkumpulan Pengajaran Mempelai Alkitabiah "Kasih"
Register    
slide1
slide2
slide3

Jan
12

Bersiap Sedia Menyambut Kedatangan Yesus

Bersiap Sedia Menyambut Kedatangan Yesus
Uncategorized
"Hendaklah kamu juga siap sedia” karena kedatangan Yesus sudah tidak lama lagi. Namun yang seringkali menjadi pertanyaan kita, dengan cara bagaimanakah kita siap sedia? Untuk bersiap sedia menantikan kedatangan-Nya, ada hal yang harus kita perhatikan. Kita harus mengenal siapakah Anak Manusia itu. Karena sebagaimana ditulis dalam Matius 16:13-15, 27, nyatanya banyak orang yang tidak mengenal siapakah Anak Manusia itu. Pada saat kelahiran-Nya pun semua orang menolak Dia. Yesus hanya mendapat tempat di sebuah kandang binatang. Memang pada kedatangan-Nya yang pertama, Anak Manusia dilahirkan tanpa kemuliaan, Dia menanggalkan kemuliaan-Nya, namun pada kedatangan-Nya kembali kelak Dia akan datang dalam kemuliaan Bapa diiringi malaikat-malaikat-Nya.

Dalam menantikan kedatangan Yesus kembali, seringkali kita harus mengalami banyak penderitaan yang sebenarnya tidak harus kita tanggung. Jika kita menanggung penderitaan karena Kristus, 1 Petrus 2:19, 21 mengatakan itu merupakah kasih karunia kepada Allah.

Selain itu, untuk bersiap sedia menyambut kedatangan Yesus kembali, ada tiga hal penting pada Matius 16:23-25; Pertama, pada ayat 23 - Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." Seringkali kita hanya memikirkan perkara-perkara duniawi, tidak memikirkan yang rohani, perkara-perkara di atas. Bagaimana mungkin kita dapat mempersiapkan diri jika kita hanya memikirkan perkara-perkara di bawah, tidak memikirkan perkara-perkara di atas, yang rohani.

Kedua, ayat 24 - "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” Sekalipun dalam mengikut Yesus, kita harus menyangkal diri dan menderita, kita harus lakukan dengan sukacita bukan dengan persungutan dan perbantahan.

Ketiga, ayat 25 – "Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” Dalam mempersiapkan diri, kita tidak menyayangkan nyawa kita. Hal ini bukan berarti kita akan mati, karena Firman Tuhan menegaskan jika kita tidak menyayangkan nyawa (kehilangan nyawa karena Tuhan) akan memperolehnya, artinya tetap hidup.

Dari ketiga hal di atas dapat kita simpulkan kita harus mempersiapkan diri dengan roh kita yaitu dengan memikirkan perkara-perkara yang rohani, dengan tubuh kita yaitu mau menyangkal diri dan mengikut Tuhan, dan dengan jiwa kita yaitu dengan kita tidak menyayangkan nyawa karena Tuhan. Pada akhirnya sesuai dengan 1 Tesalonika 5:23, segenap roh, jiwa dan tubuh kita disempurnakan dengan tidak bercacat pada kedatangan Yesus kembali.

Kita yang sudah mempersiapkan diri pada saat kedatangan Yesus, kita akan berbahagia karena sebagaimana tertulis dalam Matius 16:27, pada saat Anak Manusia datang dalam kemuliaan, Dia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Roma 2:6-11 mengatakan, "Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan.” Sebaliknya kepada orang yang tidak mau mempersiapkan diri, ayat 8-9 mengatakan "tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman. Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani.”

Sekaranglah saatnya kita harus mempersiap diri, jangan tunda lagi, karena kedatangan Tuhan sudah tidaklah lama lagi. Yesus segera datang kembali dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Sorgawi untuk menjemput mempelai perempuan-Nya yang telah siap sedia.



Post a comment