PAPMA "KASIH"
Perkumpulan Pengajaran Mempelai Alkitabiah "Kasih"
Register    
slide1
slide2
slide3

Feb
22

Bebas dari Dosa dan Penuh Damai Sejahtera

Bebas dari Dosa dan Penuh Damai Sejahtera
Uncategorized
Melalui Firman Pengajaran Mempelai Alkitabiah kita selalu diajar  dan diajak  untuk berhenti dari hidup dalam dosa, sebaliknya berusaha hidup suci dan benar sesuai kehendak Tuhan. Allah Bapa di Sorga menghendaki supaya kita menjadi sempurna sama seperti Dia. Itulah proyek Allah supaya kita menjadi benar bertambah benar dan kudus bertambah kudus sampai menjadi sempurna. Untuk itu, marilah kita masuk ke dalam proyek Allah Bapa, berhenti berbuat dosa, hidup dalam kebenaran  serta kekudusan dan terbuka hati pada Firman Pengajaran Mempelai Alkitabiah.

Memang, bukanlah hal yang mudah bagi manusia  yang masih hidup dalam daging ini berhenti dari berbuat dosa. Daging dengan segala hawa nafsunya cenderung terbawa pada dosa. Ditambah dengan sifat dosa yang makin bertambah-tambah. Selanjutnya melalui Firman Pengajaran Mempelai Alkitabiah ini akan dijelaskan tentang dosa, bagaimana hidup dalam dosa, dan apa akibat atau upah dosa.

Pertama, dalam Roma 3:23 disebutkan bahwa semua manusia telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Kedua, menurut Yohanes 8:34, setiap orang yang berbuat dosa berarti menjadi hamba atau budak dosa. Ketiga, dalam Roma 6:23 ditulis bahwa upah dosa adalah maut.

Melihat ketiga hal tersebut, dosa adalah suatu beban yang sangat berat, seperti tertulis dalam Ibrani 12:1 karena sifat dosa yang terus bertambah-tambah. Dimulai dari kehilangan kemuliaan Allah, ditambah dengan menjadi hamba atau budak dosa, kemudian masih ditambah lagi berada dalam ancaman maut. Kesimpulannya, hidup dalam dosa pasti tidak ada damai sejahtera sebab digambarkan bagai orang yang berjalan dengan memikul beban sangat berat di punggungnya. Merasa lelah, tersiksa, dan sebagainya sehingga mau menang sendiri, mudah marah, dan lain-lain yang tidak baik.
Setiap orang tentu mendambakan hidup damai sejahtera. Tahukah caranya? Pertama, lebih dahulu harus bebas dari dosa dan satu-satunya yang sanggup membebaskan kita dari dosa hanyalah Tuhan Yesus Kristus . Tanpa pembebasan dari dosa tidak akan ada damai sejahtera meskipun para rohaniwan berseru-seru, "Damai sejahtera, damai sejahtera!” (Yeremia 6:13-14).

Damai sejahtera tanpa tanda pengampunan dosa adalah tipu dan kata-kata kosong. Mengapa demikian? Jawabannya pada ayat 19, karena menolak dan menghina Firman Tuhan, tidak ada damai sejahtera. Dosa itu bagaikan luka pada seluruh tubuh, mulai dari ujung kepala sampai telapak kaki, yang bisa menyembuhkan luka dosa ini hanyalah kuasa Firman. Jadi, sumber damai sejahtera dan pengampunan dosa ada pada Firman.   

Seperti disebutkan sebelumnya: satu-satunya yang sanggup membebaskan kita dari dosa sehingga ada damai sejahtera hanya Tuhan Yesus Kristus. Sebab hanya Dia yang sanggup mengampuni dan menyucikan kita dari dosa dan kesalahan kita. Tetapi syaratnya, kita harus mau mengakui segala dosa dan kesalahan seperti tertulis dalam 1 Yohanes 1:9. Setelah dosa-dosa diampuni, kita pasti merasa damai sejahtera, yang diistilahkan dalam Roma 4:7-8 dengan kata "berbahagialah …”  bila diampuni dosa dan kesalahan.

Tuhan Yesus mengampuni dosa dan memberikan damai sejahtera bukan hanya dengan kata-kata, melainkan dengan mengorbankan kemulian-Nya. Ia telah rela menjadi hamba dosa, bahkan rela mati di kayu salib menggantikan kita. Pengorbanan-Nya di kayu salib untuk memerdekakan kita dari perhambaan dosa sehingga kita mendapatkan kemuliaan Allah kembali; bahkan beroleh hidup kekal, bebas dari ancaman maut. Inilah kebahagiaan dan damai sejahtera. Menurut 1 Tesalonika 5:23, tubuh, jiwa dan roh kita dikuduskan sampai sempurna. Sehingga saat Tuhan Yesus datang kembali, kita siap dijemput sebagai Mempelai Perempuan-Nya yang tak bercacat cela.

Mempelai perempuan Tuhan memiliki tiga tanda kemuliaan yang adalah gambaran Allah Tri Tunggal, yaitu bersalutkan matahari,  menunjukkan kemuliaan Allah Bapa; bermahkotakan 12 bintang, menunjukkan kuasa Roh Kudus yang sanggup memberikan kemerdekaan kepada kita, dan berdiri di atas bulan yang bertanda darah, menunjukkan Allah Anak, Tuhan Yesus Kristus dengan korban penebusan-Nya yang melepaskan kita dari maut, sehingga kita memperoleh hidup yang kekal.

Melihat kebesaran korban Tuhan Yesus Kristus yang telah mengampuni segala dosa-dosa kita, selayaknyalah kita mengucap syukur dan berterima kasih kepada Dia. Kita semakin mengasihi-Nya sebagai Mempelai Pria Sorga sebab Tuhan telah mengubahkan hidup kita dari hidup yang penuh dosa dan tiada damai sejahtera, menjadi hidup yang penuh damai sejahtera. Sesuai yang tertulis dalam Yeremia 29:11, bahwa rancangan-rancangan Tuhan untuk kita adalah rancangan damai sejahtera. Karena rancangan damai sejahtera, maka hari depan kita pasti penuh harapan. Tahun 2013 akan kita lalui dengan penuh harapan sampai puncaknya kita menjadi Mempelai Perempuan Tuhan, memperoleh hidup kekal di Yerusalem Baru. Haleluya!



Post a comment