PAPMA "KASIH"
Perkumpulan Pengajaran Mempelai Alkitabiah "Kasih"
Register    
slide1
slide2
slide3

Feb
11

Demam dalam Nikah

Demam dalam Nikah
Uncategorized
"Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.” Markus 1:29-34

Setiap kali Yesus masuk dalam bait Allah, Dia mengajar. Pengajaran yang disampaikan penuh kuasa, banyak mujizat terjadi bahkan roh-roh setan pun diusir-Nya. Kuasa-Nya tidak pernah berubah, jika dulu Dia sudah nyatakan kuasa-Nya maka sekarang pun jika kita mau menerima pengajaran-Nya maka kuasa-Nya tetap sama, pasti terjadi di dalam hidup kita.

Dalam kisah di atas, setelah Yesus dari bait Allah, Dia bersama Yakobus dan Yohanes datang ke rumah Simon dan Andreas. Alangkah baiknya kita pun setelah beribadah di bait Allah, terlebih dulu kita bawa berkat Firman itu pulang ke rumah kita. Jangan malah kita pergi ke tempat-tempat lain, karena dengan banyaknya pengaruh dunia ini, iblis menggunakannya untuk mencuri berkat Firman itu, sehingga akhirnya berkat Firman itu hilang. Merupakan suatu kebahagiaan jika berkat yang kita dapat dalam ibadah, kita bawa dalam rumah kita, dalam nikah dan keluarga kita.

Sesampainya di rumah Simon dan Andreas, ibu mertua Simon terbaring sakit demam. Tentang sakit demam ini juga dikisahkan dalam Yohanes 4:46-47, 52, "Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit. Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. …  Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang." Nyatanya penyakit demam ini dapat menjadi berbahaya karena menyebabkan kematian. Penyakit demam ini juga dapat terjadi di dalam nikah, dan ini yang harus diwaspadai.

Demam dalam nikah dapat disebabkan bermula dari isteri yang tidak mau tunduk kepada suaminya. Mungkin karena isteri merasa "lebih” dari suaminya, sehingga tidak mau tunduk kepada suaminya. Atau mungkin karena suami tidak mau mengasihi isterinya sendiri seperti mengasihi tubuhnya sendiri. Sebagaimana ditulis dalam Efesus 5:22-23, 25, 28, 31; "Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. … Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya … Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. … Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.”

Jika keadaan nikah kita sekarang sedang mengalami "demam”, tidak ada damai dan kebahagiaan lagi, tempatkan Yesus dalam nikah kita dengan kita memperhatikan pengajaran-Nya. Sebagaimana yang terjadi pada ibu mertua dari Simon, Yesus sanggup melenyapkan "demam” dalam nikah kita. Tangan Yesus yang berkuasa dengan seketika sanggup melenyapkan demam ibu mertua Simon. Bagi kita pun tangan kuasa Tuhan sanggup mengadakan mujizat dan keajaiban. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, segala sesuatu dapat Dia kerjakan. Dikatakan dalam Yeremia 32:21, 26-27, "Engkau telah membawa umat-Mu Israel keluar dari tanah Mesir dengan tanda-tanda dan mujizat-mujizat, dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan yang besar. … Firman TUHAN datang kepada Yeremia, bunyinya: "Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk-Ku?”

Tangan Tuhan penuh kuasa, tidak ada yang mustahil bagi-Nya, karena pada-Nya ada kuasa penciptaan. Dia yang menjadikan langit dan bumi, bahkan dengan tangan-Nya Dia menjadikan manusia. Oleh tangan Tuhan juga yang mempersatukan seorang laki-laki dan seorang perempuan di dalam nikah. Jadi apapun permasalahan yang kita hadapi dalam nikah kita, atau apapun yang menjadi kebutuhan kita, tangan Tuhan sanggup menjadikan. Tidak ada yang mustahil! Yeremia 32:17 sangat meyakinkan kita, "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apa pun yang mustahil untuk-Mu!” Jika ada permasalahan dalam nikah, perceraian bukanlah jalan keluar. Karena perceraian berarti melawan tangan Tuhan yang menjodohkan nikah. Tidak ada manusia yang dapat menyelesaikan permasalahan dalam nikah. Serahkanlah permasalahan dalam nikah kepada Tuhan. Tangan Tuhan yang sudah mempersatukan dalam nikah, tangan Tuhan juga yang sanggup memperbaiki nikah.

Tangan kanan Tuhan berkuasa dan melakukan keperkasaan! Tangan kanan Tuhan sanggup menolong kita, sebagaimana tangan-Nya menjamah ibu mertua Simon dan melenyapkan demamnya, kuasa tangan kanan-Nya menjadi pertolongan dan memberikan kemenangan bagi kita. Mazmur 118:15-16 mengatakan, "Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan, tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!" Juga Yesaya 41:10, 13, "janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan. … Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau."

Yesus berkemenangan dan sanggup menolong kita karena Dia adalah Kepala yang sekarang duduk di kanan Bapa di sorga. Segala kuasa ada pada Dia. Efesus 1:19-23 mengatakan, "dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.”

Akhirnya, sebagaimana yang dilakukan ibu mertua Simon, jika penyakit demam sudah dilenyapkan Yesus, marilah kita sekarang melayani Tuhan dengan sepenuh hati. Haleluya!




Post a comment