PAPMA "KASIH"
Perkumpulan Pengajaran Mempelai Alkitabiah "Kasih"
Register    
slide1
slide2
slide3

Okt
27

Hidup Berpaut Kepada Tuhan

Hidup Berpaut Kepada Tuhan
Uncategorized
"Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan." Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.” Roma 10:8-13
 
Sebagaimana ayat di atas, sebenarnya Firman Tuhan itu tidak jauh dari kita, karena Tuhan mau menaruh Firman Tuhan itu pada hati dan mulut kita. Tinggal kita sekarang apakah mau membuka hati kita dipenuhi dengan Firman Tuhan. Bahkan Tuhan akan menaruh Firman-Nya pada mulut kita, keturunan kita sampai keturunan dari keturunan kita, sebagaimana ditulis dalam Yesaya 59:21, "Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN.”
 
Di dunia ini, kita diperhadapkan pada dua pilihan, berkat atau kutuk, kehidupan dan keberuntungan atau kematian dan kecelakaan. Jika kita memilih kehidupan dan keberuntungan, maka syaratnya kita harus mengasihi Tuhan dengan hidup menurut Firman-Nya. Ini merupakan perintah Tuhan sendiri. Dengan demikian kita akan hidup dan diberkati Tuhan. Tetapi kepada orang yang tidak mau mendengar Firman Tuhan, maka kebinasaan  yang akan menimpanya. Tentang hal ini dapat kita baca dalam Ulangan 30:14-20, "Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan. Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya. Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya. Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."
 
Diingatkan dalam Ibrani 3:7-8, supaya jika hari ini kita mendengar Firman Tuhan, jangan kita mengeraskan hati, - "Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun.”
Kasih kita kepada Tuhan ditunjukkan dengan kita mau beribadah dan berpaut kepada-Nya. Berpaut berarti hidup kita terikat kepada Tuhan, dengan ikatan kasih. Disebutkan dalam Ulangan 10:19-21, "Sebab itu haruslah kamu menunjukkan kasihmu kepada orang asing, sebab kamu pun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir. Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu, kepada-Nya haruslah engkau beribadah dan berpaut, dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah. Dialah pokok puji-pujianmu dan Dialah Allahmu, yang telah melakukan di antaramu perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat, yang telah kaulihat dengan matamu sendiri.”
 
Ada pengalaman pada bangsa Israel, ketika hidup mereka tidak lagi berpaut kepada Tuhan, tetapi malah mengikuti Baal-Peor, suatu penyesatan penyembahan berhala. Tuhan menjadi murka dan kebinasaan menimpa bangsa itu. Disebutkan dalam Ulangan 4:1-4, "Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu. Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu. Matamu sendiri telah melihat apa yang diperbuat TUHAN mengenai Baal-Peor, sebab TUHAN, Allahmu, telah memunahkan dari tengah-tengahmu semua orang yang mengikuti Baal-Peor, sedangkan kamu sekalian yang berpaut pada TUHAN, Allahmu, masih hidup pada hari ini.”
 
Baal-Peor merupakan berhala sesembahan bangsa Moab, suatu bangsa kafir hasil dari kejatuhan Lot dengan anaknya. Bangsa Israel berdosa dengan berzinah dengan perempuan-perempuan Moab, dan mereka turut menyembah berhala bangsa Moab. Bilangan 25:1-5 mengatakan, "Sementara Israel tinggal di Sitim, mulailah bangsa itu berzinah dengan perempuan-perempuan Moab. Perempuan-perempuan ini mengajak bangsa itu ke korban sembelihan bagi allah mereka, lalu bangsa itu turut makan dari korban itu dan menyembah allah orang-orang itu. Ketika Israel berpasangan dengan Baal-Peor, bangkitlah murka TUHAN terhadap Israel; lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tangkaplah semua orang yang mengepalai bangsa itu dan gantunglah mereka di hadapan TUHAN di tempat terang, supaya murka TUHAN yang bernyala-nyala itu surut dari pada Israel." Lalu berkatalah Musa kepada hakim-hakim Israel: "Baiklah masing-masing kamu membunuh orang-orangnya yang telah berpasangan dengan Baal-Peor."
Kita yang tetap mau hidup berpaut kepada Tuhan dengan mengasihi Tuhan dan beribadah kepada-Nya, pasti hidup! Haleluya!



Post a comment