PAPMA "KASIH"
Perkumpulan Pengajaran Mempelai Alkitabiah "Kasih"
Register    
slide1
slide2
slide3
slide4

Des
2

Menyatu dalam Kematian dan Kebangkitan Yesus

Menyatu dalam Kematian dan Kebangkitan Yesus
Uncategorized
Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.” Kejadian 6:13

 

Sebelum Tuhan mendatangkan air bah ke atas seluruh bumi pada zaman Nuh, Tuhan lebih dahulu berfirman kepada Nuh. Tuhan memberitahukan hal ini kepada Nuh bukan kepada anak-anak Allah lain yang hidup rusak bersama anak-anak manusia. Memang Tuhan tidak akan berbuat sesuatu tanpa sebelumnya menyatakan kepada hamba-hamba-Nya. Sebagaimana dikatakan dalam Amos 3:7, "Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.”

 

Sebelum air bah itu melanda bumi, Tuhan lebih dahulu memerintahkan Nuh untuk membuat bahtera, lengkap dengan bentuk dan ukurannya. Nuh tidak berbantah atau mencari alasan bahwa dia belum pernah mengetahui tentang bahtera dan tidak mampu membuatnya. Sebaliknya Nuh melakukannya tepat seperti yang diperintahkan Allah. Ditulis dalam Kejadian 6:14-16, 22, "Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam. Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya. Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas. … Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.”

 

Tuhan memerintahkan Nuh membuat bahtera tiga tingkat, dengan ukuran tinggi 30 hasta, panjang 300 hasta dan lebar 50 hasta. Bahtera Nuh dapat dikatakan bahtera keselamatan, karena semua yang ada di dalam bahtera itu selamat dari air bah. Tentang angka 30 hasta dari tinggi bahtera, jika kita hubungkan dengan kisah Yudas yang sudah mengkhianati Yesus dengan menjual-Nya dengan harga tiga puluh uang perak. Ini artinya kita yang sudah merasakan berkat bahkan keselamatan dari Tuhan, janganlah kita justru seperti pengkhianat yang menjual Yesus. Kita tidak menghargai keselamatan yang sudah Tuhan berikan, dan itu dapat dilihat dengan tidak menghargai kesempatan ibadah, tetapi sebaliknya malah sibuk dengan urusan diri sendiri. Bermula dengan Yesus dijual dengan tiga puluh uang perak, Dia menderita, disesah, memikul salib bahkan sampai mati di kayu salib. Tuhan sudah demikian mengasihi kita sampai menyerahkan nyawa-Nya dengan menanggung kutuk yang seharusnya menimpa kita. Janganlah kita menjadi pengkhianat tetapi sebaliknya kita juga mau mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati kita. Sehingga kita tidak hidup dibayangi kutuk lagi, tetapi hidup dalam berkat Tuhan.

 

Tentang angka tiga ratus dari panjang bahtera, jika kita hubungkan dengan harga minyak narwastu murni yang mahal harganya seharga tiga ratus dinar. Dapat kita baca kisahnya dalam Markus 14:3-9, "Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus. Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: "Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin." Lalu mereka memarahi perempuan itu. Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia." Ada orang yang menjadi marah dan menganggapnya sebagai pemborosan. Namun sebaliknya justru Yesus memuji perempuan yang sudah meminyaki Yesus dengan minyak narwastu dengan berkata: "Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.”

 

Sedangkan perempuan-perempuan yang datang ke kubur Yesus untuk meminyaki tubuh Yesus sudah terlambat, mereka tidak mendapat kesempatan untuk meminyaki tubuh Yesus, karena Yesus sudah bangkit dan hidup. Tertulis dalam Markus 16:1-2, "Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.”

 

Tentang angka lima puluh hasta dari lebar bahtera, kita diingatkan dengan hari raya Pentakosta, hari kelima puluh setelah Yesus naik ke sorga. Pada hari raya Pentakosta Tuhan mencurahkan Roh Kudus kepada setiap orang percaya. Ditulis dalam Kisah Para Rasul 2:1-4, 32-33, "Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. … Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.”

 

Yesus yang sudah mati dan dikuburkan, Dia juga telah dibangkitkan dan hidup bahkan naik ke Sorga, duduk di sebelah kanan Bapa di Sorga serta mencurahkan Roh Kudus bagi kita. Dapat disimpulkan bahwa bahtera Nuh menunjuk kepada Yesus dalam tanda kematian, kebangkitan dan kemuliaan.

 

Masuk dalam bahtera Nuh juga memberikan pengertian kepada kita menjadi satu dengan Yesus dalam tanda kematian dan kebangkitan. Dan kita akan menerima kemuliaan karena kita sudah mengalami hidup yang baru di dalam Yesus. Karena tidak ada kemuliaan dalam hidup yang lama, hidup di dalam dosa. Dapat kita baca dalam Roma 6:4-5, "Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.”

 

Marilah kita mau hidup menyatu dengan Yesus, dalam tanda kematian dan kebangkitan sehingga kita pasti diselamatkan. Menyatu dengan Yesus berarti Yesus ada di dalam hidup kita. Kita akan mendapatkan kekuatan yang melimpah-limpah sekalipun diri kita penuh dengan segala kelemahan. Sekalipun ditindas, terjepit, habis akal, namun kita tidak putus asa, tidak pernah sendirian bahkan sekalipun dihempaskan kita tidak binasa karena Yesus ada pada tubuh kita yang fana. Surat 2 Korintus 4:7-11 menuliskan, Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.” Haleluya!

 

 

 

 

 

 

 

 



Post a comment